
KETAPANG, MENITNEWS.ID – Pemadaman listrik yang terus terjadi di Kabupaten Ketapang semakin membebani pelaku usaha, khususnya di sektor food and beverage (F&B). Sejumlah pemilik kafe, rumah makan, dan kedai minuman mengaku mengalami kerugian akibat operasional yang terganggu dan bahan baku yang rusak karena aliran listrik kerap padam selama berjam-jam.
Bagi pelaku usaha F&B, listrik merupakan kebutuhan utama. Berbagai peralatan seperti freezer, lemari pendingin, mesin kopi, blender, hingga peralatan dapur tidak dapat berfungsi saat listrik padam. Akibatnya, bahan baku yang membutuhkan suhu dingin berisiko mengalami penurunan kualitas bahkan tidak sedikit yang akhirnya harus dibuang.
”Setiap hari kami berusaha memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan. Tagihan listrik juga selalu kami bayar tepat waktu. Namun, yang kami terima justru pemadaman yang terus berulang. Bukan hanya kehilangan omzet, kami juga harus menanggung kerugian karena bahan baku rusak dan operasional usaha terhenti,” ungkap salah seorang pelaku usaha kafe di Ketapang.
Selain kehilangan pendapatan akibat pelanggan yang membatalkan pesanan atau memilih meninggalkan tempat, pelaku usaha juga tetap harus menanggung berbagai biaya operasional seperti gaji karyawan, sewa tempat, dan biaya lainnya meski usaha tidak dapat berjalan secara normal.
Menurut para pelaku usaha, kondisi ini tidak lagi sekadar mengganggu aktivitas usaha, tetapi telah berdampak langsung pada keberlangsungan bisnis. Mereka berharap persoalan pemadaman listrik yang terus berulang dapat segera diselesaikan agar roda perekonomian masyarakat tidak terus menjadi korban.(mr)
